Setiap hewan yang ada di sekitar kita melakukan adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungannya untuk menghindari kepunahan. Adapun fungsi dari adaptasi ini antara lain untuk mendapatkan makanan, menghindari serangan musuhnya, dan untuk bertahan hidup.
1. Kamuflase
Kamuflase adalah tingkah laku hewan yang menyamar dengan mencari tempat
yang sama warnanya dengan warna tubuhnya. Tujuannya agar ia tidak terlihat dan
sulit ditemukan oeh musuhnya. Contoh:
1. Belalang sembah. Warna tubuh belalang
yang mirip dengan daun tersebut, merupakan cara adaptasi dengan berkamuflase
untuk menghindari pemangsanya.
2. Singa. Salah satu senjata dari singa
adalah kemampuannya dalam berkamuflase. Ketika berada di rerumputan dan ilalang
kering. Singa bisa menyamarkan dirinya dan tidak terlihat sehingga dapat
mengintai dan mendekati mangsa tanpa ketahuan. Hal tersebut disebabkan karena
kulit singa memiliki warna menyerupai rerumputan.
3. Beruang Kutub. Habitat beruang kutub
berada di daerah kutub bumi bagian utara yang diselimuti oleh salju. Adaptasi
Beruang kutub terhadap lingkungannya dilakukan dengan cara menyelimuti bagian
tubuhnya dengan bulu yang berwarna putih. Di tengah hamparan salju yang
berwarna putih tersebut, tentu akan membuat beruang kutub tersamar
keberadaannya. Hal tersebut akan memudahkan beruang kutub dalam memburu
mangsanya.
4. Belalang Daun. Belalang daun memiliki
kemampuan berkamuflase di sekitar dedaunan. Warnanya yang hijau seperti daun
membuat kita sulit untuk membedakan dengan daun sekitarnya.
5. Burung Hantu Abu-abu. Burung hantu
abu-abu pandai menempatkan diri dan bersembunyi di pepohonan. Ketika
berkamuflase, burung hantu abu-abu akan sulit ditemukan karena warna bulunya
seakan menyatu dengan kulit pepohonan.
Contoh hewan lain yang dapat berkamuflase:
· Kupu-kupu Bunga Mati
· Katak Pohon
· Tokek Ekor Daun
· Laba-laba Serigala
2. Mimikri
Mimikri adalah tingkah laku hewan yang merubah warna kulitnya sesuai
dengan tempat di mana mereka berada. Dengan perubahan warna pada tubuhnya
tersebut dapat menyebabkan pemangsa kesulitan untuk menemukannya.
Contoh hewan yang memiliki kemampuan mimikri adalah bunglon dan gurita.
1. Mimikri pada Bunglon. Fungsi mimikri
pada bunglon adalah untuk membaur dengan lingkungan mereka. Bunglon mengubah
warna kulitnya untuk menyamarkan diri dan menghindari predator ketika berada
dalam kondisi terancam. Fungsi kemampuan bunglon ini dapat mengelabuhi binatang
predator atau pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan bunglon untuk
dimangsa.
2. Mimikri pada Gurita. Gurita akan
merubah warna kulitnya sesuai dengan kondisi lingkungannya. Perubahan warna
kulit tersebut terjadi ketika gurita merasa terancam atau pada saat
memperingatkan gurita yang lain. Selain hal tersebut, perubahan warna kulit
pada gurita juga dimaksudkan sebagai alat penyamaran ketika sedang mencari
mangsanya.
3. Autotomi
Autotomi adalah sebuah perilaku hewan dimana hewan secara spontan
memutuskan bagian ekornya atau organ tubuh untuk melindungi diri. Bagian tubuh
yang putus, akan kembali tumbuh seperti semula. Contoh hewan yang memiliki
kemampuan Mimikri adalah Cicak dan Kadal. Ekor cicak yang putus akan tetap
bergerak sehingga perhatian pemangsa akan beralih ke ekornya.
4. Ekolokasi
Ekolokasi dapat diartikan sebagai kemampuan makhluk hidup dalam
mengenali lingkungan sekitar melalui gelombang suara. Contoh hewan yang
memiliki kemampuan ekolokasi adalah kelelawar. Dengan kemampuan ekolokasi,
seekor kelelawar dapat menentukan arah dan posisi mangsanya meskipun dalam
suasana yang gelap.
Contoh hewan lain yang memiliki kemampuan ekolokasi adalah lumba-lumba, burung
merpati, dan paus.
5. Menggulungkan Tubuhnya
Trenggiling akan menggulungkan tubuhnya sampai membentuk lingkaran untuk
melakukan perlindungan diri. Bentuk adaptasi tingkah laku ini dilakukan
trenggiling ketika hewan tersebut merasa terancam. Punggung tubuh trenggiling
yang keras akan menjadi perisai ketika diserang oleh pemangsanya. Contoh hewan
lain yang memiliki kemampuan menggulungkan tubuhnya adalah kaki seribu
(luwing).
6. Menyemburkan Tinta
Contoh hewan yang menyemburkan tinta adalah cumi-cumi. Pada saat merasa
terancam, cumi-cumi akan menyemburkan tinta dari bagian tubuhnya. Tinta yang
dikeluarkan berwarna hitam sehingga akan menghalangi pandangan musuhnya. Contoh
hewan lain yang menyemburkan tinta adalah gurita.
7. Mengeluarkan Bau
Contoh hewan yang beradaptasi dengan mengeluarkan bau adalah walang
sangit. Pada saat merasa terancam, walangsangit akan mengeluarkan bau yang
tidak sedap sehingga hewan pemangsa akan menjauhinya.
8. Memiliki Cangkang
Contoh hewan yang memiliki cangkang dalam beradaptasi adalah siput. Pada
saat merasa terancam, siput akan memasukkan bagian tubuhnya ke dalam cangkang. Cangkang
tersebut bisa melindungi siput karena tersusun dari lapisan yang keras.
Cangkang juga berfungsi sebagai rumah siput
Tidak ada komentar:
Posting Komentar